Apa yang kita cari dari suatu pekerjaan?

Apa yang kita cari dari suatu pekerjaan?
Pertanyaan strategis ini saya tanyakan sebagai pembuka artikel ini sebagai pancingan atau pencerahan bagi kita yang pernah, sedang dan akan bekerja…….Hal ini saya bahas sebagai renungan setelah pertama kali bekerja di salah satu penerbangan nasional tahun 1991, dimana gaji pertama saya saat itu hampir 70% habis untuk biaya hidup di Jakarta sedang istri tinggal di Bandung. Namun ada suatu kebanggaan karena saat itu dapat “mengalahkan saingan” dari beberapa PTN yang terkenal dan bisa keliling Indonesia secara gratis….. :-). Saat ini setelah mengarungi berbagai ombak kehidupan, ingin rasanya berbagi suatu perspektif tentang makna suatu pekerjaan……


Menurut saya, ada beberapa komponen yang perlu kita perhatikan sebelum masuk kerja sebagai berikut:

a. Kesempatan Belajar:
Kelihatannya naif, tapi terasa sekali bahwa setelah lulus ada kekosongan atau “gap” antara dunia kerja dengan pendidikan. Kita ternyata harus berhubungan bukan hanya sekedar dengan Rangkaian Listrik, Elektronika, atau Propagasi Antena. Namun juga harus bisa bekerja secara tim, berjiwa proaktif, berbicara atau bekerja sama dengan orang asing, menyusun jadwal atau laporan dan lain-lain. Hal ini dapat diperoleh dari institusi atau perusahaan yang mapan dan “well organized” atau juga sedang berkembang namun memberi kesempatan untuk pengembangan diri pegawainya. Itulah mengapa saya niatkan pertama kali lulus untuk bekerja di tempat seperti ini agar memberi nilai tambah…..

b. Lokasi yang tepat:
Kadang kita lupa bahwa tempat kita bekerja selama minimal 8 jam sehari (baca: 33,3% dari hidup kita)memerlukan lingkungan yang tepat. Mulai berangkat sampai pulang kerja harus kita perhatikan semua biaya (termasuk kerugian) dan penghasilan/keuntungan yang kita peroleh. Jangan lupa perhatikan juga “emotional atau social cost” yang kita tanggung dari pengambilan keputusan tsb. Sebagai contoh saya pernah memutuskan dan memilih bekerja di Bandung walau gajinya lebih kecil dengan alasan keluarga serta ingin memperoleh kesempatan pengembangan diri…..

c. Nama besar:
Kadang kita perlu suatu “papan loncat” (baca: spring board) agar kita tercatat (terutama di CV)pernah bekerja atau terlibat dengan institusi atau perusahaan besar. Bisa juga itu berupa kerja sama dengan tokoh besar yang bisa merekomendasikan kita agar dapat pekerjaan yang lebih baik.

d. Gaji besar:
Bagi saya hal ini relatif, karena setelah bekerja selama ~18 tahun (di beberapa perusahaan yang berbeda), dirasakan bahwa kebahagiaan pada saat pertama kali bekerja sampai sekarang relatif hampir sama. Karena hal itu sesuai dengan rumus “High Risk High Gain” karena perusahaan yang kita tempati bukan milik kakek atau nenek kita. Kecuali kalau perusahaan itu milik pribadi, maka kita bisa memperlakukan institusi atau perusahaan sesuai keinginan kita.

e. Identifikasi Diri:
Bagi laki-laki (terutama yang sudah berkeluarga) bekerja bukan hanya urusan mencari uang namun merupakan identifikasi diri. Ada hal-hal di luar material yang membuat dia bahagia dan berharga dihadapan komunitasnya agar tetap eksis. Pekerjaan (baca: kegiatan) apapun yang kita pilih asal memenuhi azas ini akan membuat kita bahagia dan berharga. Sebagai contoh, saat ini saya punya impian kembali sebagai guru (juga dosen) karena merasa karir ini (termasuk jadi orangtua) tidak pernah berakhir kecuali maut memisahkan kita.

Sekian…….

 

7 comments for “Apa yang kita cari dari suatu pekerjaan?

  1. wiriajaya
    3 March 2008 at 12:51

    Apa yang kita cari dari suatu pekerjaan?

    Yang kita cari duit mas, salah satunya buat isi perut, kita juga kan manusia … ;-]
    Wassalam
    http://geocities.wordpress.com

  2. 10 November 2008 at 17:08

    Betul itu yang pertama namun bukan yang utama…. ๐Ÿ™‚

  3. Ismail (wow)
    7 December 2008 at 00:40

    “Apa yang kita cari dari suatu pekerjaan?”
    Pertanyaan ampuh yang kadang terintas dipikiran saya juga, yang kadang membuat kita semangat kalau pas nemu jawabannya yang tepat atau malah bikin males dan membuat kita pingin pulang kampung, mengabdi di tanah kelahiran kalau pas dapat jawaban yang melemahkan motivasi.

    Urun Rembug:

    Berkaitan dengan theory hierarchy of life nya mashlow, kalau kebanyakan fresh graduate seperti kami (saya) bekerja untuk memenuhi basic need saja pak.
    Cuman, hehehe… basic neednya anak sekarang, di era komunikasi HSDPA, bukan hanya sandang, pangan dan papan saja, tetapi juga merembet ke hierarchy yang lain, misalnya sampai yang esteem need, atau kebutuhan sosial: work group, family, affection, relationships dll. Kadang juga nggak peduli kerjaannya udah menjamn tingkat safety atau belum. Soalnya masih mau dan bisa loncat-loncat, sekarang engineer, besuk teller bank, atau sales, atau balik kampung bantu orang tua berwiraswasta atau nanam melon jadi petani… hehehe…..

    Kalau aktualisasi diri…
    hmm… belum sampai kali pak, soalnya kita kerja tetep masih ingin memenuhi yang basic-basic dulu.

    Tapi sangat benar, tempat kerja adalah tempat sekolah yang lebih real, sedangkan di universitas hanya sebuah pengantar ke alam dunia kerja saja. Bahkan saya pernah dengar, seorang lulusan univ top di USA juga harus magang dulu beberapa bulan cuma untuk dapat surat referensi dan CV nya ada bobotnya sebelum dia bisa apply di perusahaan yang ia inginkan.

    “Semua tempat yang kita datangi adalah sekolahan dan setiap orang yang kita temui adalah guru”.
    Semoga sekolahan yang ditemui adalah sekolahan yang baik dan guru yang ditemui juga guru yang bijaksana, inspiring dan memotivasi. kalau garis tangannya baik, ntar dari proses itu, kata senior-senior, ekspektasi tujuan kerja sudah akan terpenuhi dengan sendirinya.

    Dan tentunya setelah pinter, pasti pinginnya gajinya lebih dari standar, tinggal di tempat damai tentram, tidak seperti Jakarta yang sumpek runyek, hehehe….

    Kalau menurut si kapitalis-minded Kiyosaki, mungkin kita nggak usah kerja aja kali ya…
    minta modal dari ortu trus buat semacam pasif income.. hehehe….

    Kadang dunia kerja juga aneh, rejeki tidak ditentukan sekedar nilai A, B, atau C waktu kuliah, tidak juga ditentukan dari mana kita kuliah… garis tangan kayaknya juga berpengaruh ๐Ÿ™‚

    (Dunia kerjanya yang tidak bsa menikuti ilmunya yang telah didapat di kuliah yang terlalu sophisticated atau kuliahnya yang gak bener, tidak sesuai yang dibutuhkan dunia kerjanya )

    Entahlah…

    Padahal semua orang diciptakan sederajad oleh Tuhan,
    Tapi kok kemudian ada yang dikalahkan dan ada yang dipertuan…

    hehehe…..

    • 28 October 2009 at 19:15

      Trims atas pencerahan baliknya…..Apa kabar Pak Ismail?

  4. Firman Apriandi
    9 April 2016 at 12:13

    yang kita cari dari suatu pekerjaan, diantaranya :
    1. kenyamanan dalam bekerja
    2. sesuai dengan bidang kita
    3. sebagai manusia normal pasti tentunya gaji yang besar

    Akan tetapi bagi sebagian kecil orang yang harus dicari dari suatu pekerjaan adalah keberkahan dan nilai ibadah. karena setiap pekerjaan yang kita lakukan pastinya akan dimintai pertanggung jawabannya.

    punten ah pak bilih lepat..

    Salam

    • admin
      11 April 2016 at 09:17

      Saihwan pisan Kang Firman ๐Ÿ™‚

    • admin
      29 April 2016 at 17:01

      Puguh eta leres pisan ๐Ÿ™‚

Leave a Reply