Telematika: Fenomena “Social Media Branding” Dahlan Iskan, Joko Widodo dan Marissa Haque

Ada beberapa orang yang terkenal di “Socia Media” sekarang, mereka adalah Dahlan Iskan, Joko Widodo dan Marissa Haque. Mereka bertiga menjadi sorortan publik karena sepak terjangnya yang secara positif atau negatif menjadi “Social Media Branding” ketiganya. Banyak sorotan dari pemirsa televisi dan media daring yang menanggapi semua ucapan dan perilaku mereka yang menjadi “selebritas” dalam bidang dan topik tertentu.

Pujian dan cacian menjadi makanan sehari-hari tokoh seperti mereka. Misalnya Dahlan Iskan yang punya hobi melakukan hal-hal yang “di luar kebiasaan” seorang menteri seperti naik KRL dan ojek, diberitakan menjadi begitu terkenal serta diharapkan menjadi salah “Kuda Troya” Calon Presiden 2014. Sedangkan Joko Widodo yang Walikota Solo, mendapat sambutan positif dan negatif di media daring (online) karena mulai hari ini menggunakan mobil dinas “Esemka”. Begitu pula Marissa Haque yang menjadi “Trending Topic” di Twitter karena menulis blog sebagai protes pada orang-orang yang meragukan gelar doktornya.

Menurut Techipedia, kebanyakan orang berkecimpung di dunia online adalah membangun “merek” atau persepsi orang. Tapi kadang-kadang orang yang sedang membangun persepsi lupa untuk membuat langkah strategis yang tepat.  Kita telah melihat banyak “Social Media Branding” yang sukses meledak secara online karena sudah berpikir tentang bagaimana mereka ingin dipersepsikan atau telah perlahan-lahan tumbuh menjadi peran mereka saat ini, dengan berbagai eksperimen, keberuntungan dan kerja keras. Media sosial, di sisi lain, memungkinkan kita untuk berhubungan langsung dengan audiens yang ingin ditargetkan dan membangun hubungan dengan mereka.


0 comments for “Telematika: Fenomena “Social Media Branding” Dahlan Iskan, Joko Widodo dan Marissa Haque

  1. 6 January 2012 at 00:42

    sepengamatan saya : yg banyak itu adalah yg meledak hanya sesaat saja, pak. betul sekali, garis besar rencana strategi, itu yg tidak dipikirkan secara matang sebelumnya 🙂

    • 6 January 2012 at 08:02

      Betul sekali….kadang strategi yg sudah tepatpun ditengah jalan tidak konsisten karena “Lebih Besar Distorsi Daripada Informasi” 🙂

Leave a Reply