Telepon Seluler dan Budaya Terbang: Bukan Hanya Masalah Uang, Namun Juga Pikiran Yang Timpang

Dalam dunia penerbangan, khususnya angkutan udara  menghadapi dua hal yang harus sama-sama dipenuhi. Pertama dari aspek kinerja keselamatan yang harus menjadi perhatian semua pihak terkait, tidak saja internal perusahaan penerbangan, tapi juga dukungan total dari pengelola bandara dan pemakai jasa penerbangan serta pemakngku kepentingan lain yang terkait. Kedua kinerja produksi yang tercermin dari kapasitas tersedia, jadwal penerbangan, ruang kabin pesawat yang ergonomis, pelayanan penerbangan yang baik, harga yang di tawarkan sistem dan prosedur pembayaran, system reservasi dan ticketing ,dan lain-lain. Dalam konteks ini Airlines harus mampu membuat keseimbangan antara kinerja keselaamtan dengan kinerja produksi atau pendapatan supaya kelangsungan hidup perusahaan tetap terjamin.

Keselamatan merupakan prioritas utama dalam dunia penerbangan, tidak ada kompromi dan toleransi. Pemerintah berkomitmen bahwa “Safety is Number One” sesuai dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992.

Penyelenggaraan transportasi udara tidak dapat dilepaskan dari pertumbuhan ekonomi masyarakat pengguna jasa transportasi udara yang dilayani dan juga kecenderungan perkembangan ekonomi global. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin membaik, peran Pemerintah yang semula sebagai penyedia jasa dan pelaku kegiatan ekonomi, akan berubah peran menjadi sebagai regulator.

Namun saat ini, ada kecenderungan masyarakat dengan “Kesenjangan Budaya Terbang” yang semakin mudah dilakukan banyak orang.  Contohnya, Peristiwa pendaratan Lion Air di perairan Bali belum diketahui penyebabnya. Dalam kondisi darurat semacam itu, penumpang harus mengikuti arahan awak kabin. Karena, keselamatan penerbangan tidak terlepas dari sikap penumpangnya.

Ada banyak arahan yang harus Anda perhatikan dari awak kabin saat traveling dengan pesawat. Tentu saja, arahan tersebut bertujuan untuk memberikan kemanan dan kenyamanan selama penerbangan. Satu arahan yang sering ditekankan dari awak kabin saat hendak terbang adalah, jangan menyalakan ponsel!

Ya, awak kabin akan mengingatkan Anda untuk tidak menyalakan ponsel saat pesawat hendak lepas landas dan mendarat. Awak kabin pun selalu mengingatkan, sinyal ponsel dapat merusak sinyal komunikasi antara pilot dan petugas bandara

“Orang yang ngotot untuk hidupin HP sebelum pesawat mendarat, itu sikap yang konyol!” tegas pengamat penerbangan Alvin Lie, kepada detikTravel, Senin (15/4/2013).

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Mengapa ponsel sebaiknya tidak dinyalakan saat pesawat hendak mendarat atau pun lepas landas?

“Begini, coba taruh HP di dekat TV atau radio. Kalau ada SMS masuk, pasti ada suara ‘tetet..tetet..tetet’. Sinyalnya terganggu,” kata alvin.

Nah, rupanya hal seperti itu juga akan merusak komunikasi antara pilot dan menara lalu lintas udara yang disebut ATC. “Bayangkan kalau ada banyak HP di dalam pesawat, tak cuma satu. Sinyal juga akan menganggu auto pilot dan alat bantu navigasi,” papar Alvin.

Ketika pesawat hendak terbang, pilot akan mendapat arahan dari menara lalu lintas untuk terbang. Pilot akan tahu harus terbang di ketinggian berapa dan lewat mana. Adanya sinyal ponsel saat itu, dipastikan akan menganggu komunikasi pilot.

Mengapa ponsel sebaiknya tidak dinyalakan saat pesawat hendak mendarat atau pun lepas landas?

“Begini, coba taruh HP di dekat TV atau radio. Kalau ada SMS masuk, pasti ada suara ‘tetet..tetet..tetet’. Sinyalnya terganggu,” kata alvin.

Nah, rupanya hal seperti itu juga akan merusak komunikasi antara pilot dan menara lalu lintas udara yang disebut ATC. “Bayangkan kalau ada banyak HP di dalam pesawat, tak cuma satu. Sinyal juga akan menganggu auto pilot dan alat bantu navigasi,” papar Alvin.

Ketika pesawat hendak terbang, pilot akan mendapat arahan dari menara lalu lintas untuk terbang. Pilot akan tahu harus terbang di ketinggian berapa dan lewat mana. Adanya sinyal ponsel saat itu, dipastikan akan menganggu komunikasi pilot.

Oleh sebab itu, jangan pernah nyalakan ponsel Anda saat berada di dalam pesawat yang hendak terbang atau mendarat. “Kalau mau menyalakan HP, baiknya saat keluar dari landasan. Kalau masuk lapangan parkir juga silakan, karena navigasi sudah tidak menggunakan auto pilot,” kata Alvin.

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=Piu5FcgJb_o]

Leave a Reply