Demokrasi Indonesia dan Politik Maju Kena Mundur Kena

Sumber gambar: http://indocropcircles.wordpress.com/

Sumber gambar: http://indocropcircles.wordpress.com/

Demokrasi Indonesia

Konstitusi Indonesia, UUD 1945, menjelaskan bahwa Indonesia adalah sebuah negara demokrasi. Presiden dalam menjalankan kepemimpinannya harus memberikan pertanggungjawaban kepada MPR sebagai wakil rakyat. Oleh karena itu secara hierachy rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi melalui sistem perwakilan dengan cara pemilihan umum. Pada era Presiden Soekarno, Indonesia sempat menganut demokrasi terpimpin tahun 1956.

Indonesia juga pernah menggunakan demokrasi semu  pada era Presiden Soeherto hingga tahun 1998 ketika Era Soeharto digulingkan oleh gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa yang telah memakan banyak sekali harta dan nyawa dibayar dengan senyum gembira dan rasa syukur ketika Presiden Soeharto mengumumkan “berhenti sebagai Presiden Indonesia” pada 21 Mei 1998.

Setelah era Seoharto berakhir Indonesia kembali menjadi negara yang benar-benar demokratis mulai saat itu. Pemilu demokratis yang diselenggarakan tahun 1999 dimenangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Pada tahun 2004 untuk pertama kali Bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum presiden. Ini adalah sejarah baru dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

Maju Kena Mundur Kena

Idiom Maju Kena Mundur Kena sangat tepat digambarkan film drama komedi Indonesia yang diproduksi pada tahun 1983. Film ini disutradarai oleh Arizal serta dibintangi antara lain oleh Warkop DKI, Eva Arnaz, dan Lydia Kandou.

Sinopsis film ini menggambarkan Dono dan Indro adalah teman satu kos dan anak buah Kasino di bengkel. Kasino melarang Dono dan Indro untuk tidak tertarik oleh wanita. Padahal secara diam diam, Kasino selalu merindukan seorang gadis yang fotonya ia temukan di sebuah majalah. Tanpa sengaja, ketika Dono sedang jaga malam, ia harus memperbaiki mobil Marina (Eva Arnaz).

Hal tersebut membuat Kasino marah marah, karena Marina belum membayar ongkosnya. Di luar dugaan, ternyata Marina pindah kos ke tempat Dono dan kawan kawan. Kasino terperanjat, karena ternyata Marina adalah gadis yang ia rindukan selama ini. Kasino selalu berusaha mendekati Marina, tetapi justru Dono yang mendapat untung. Karena Marina yang ditemui kakek neneknya untuk dikawinkan mengaku sudah menikah dengan Dono.

Demokrasi Indonesia dan Politik Maju Kena Mundur Kena

Seperti film “Maju Kena Mundur Kena”, menurut Yudi Latif Pengamat Politik dari Reform Institute, Demokrasi Indonesia  terus memperlihatkan kecenderungan serba paradoks. Minat mendirikan partai politik tak kunjung surut, sejalan dengan kecenderungan para politisi dan partai politik untuk memperkaya diri. Saat yang sama mutu demokrasi Indonesia tetap miskin (defisit), tidak berhasil melakukan pendalaman (perbaikan institusional) dan perluasan (membawa keadilan dan kesejahteraan).

Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, tetapi memicingkan pandangan terhadap Indeks Demokrasi Global pada 2011 yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-60 dari 167 negara yang diteliti—jauh di bawah Timor Leste (42), Papua Nugini (59), Afrika Selatan (30), dan Thailand (57). Indonesia masuk kategori flawed democracy (cacat demokrasi) yang ditandai, antara lain, dengan pemilu yang tidak bersih, pemerintahan yang korup dan ingkar janji-janji pemilu.

Yah, namanya juga politik, maju kena mundur juga kena. Tapi apresiasi masyarakat mungkin akan jauh berbeda ketika Demokrasi meletakkan fondasinya jauh dari kepentingan pribadi, golongan atau partai  sebagai peserta “Pesta Politik”. Lagi pula posisi masyarakat dalam demokrasi tidak hanya berada di papan bawah atau tengah, namun memberi warna dan irama  elektabilitas Politik yang kian hari kian turun. Bukankah lebih baik menyelesaikan pekerjaan “Peradaban Indonesia” hingga tuntas, ketimbang ngoyo menggunakan “Stanza Demokrasi Barat” yang belum jelas juntrungannya? Tapi ya sudahlah, Selamat Berdemokrasi Indonesia……Semoga hasilnya tidak mengecewakan…….

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=4wZGc6AD660]

Leave a Reply