Kenangan Masa Kecil di Kota Bogor Pada Sungai Cibalok, Cisadane dan @Tjiliwoeng

Salinan gambar "Lokasi dan Tempat Ibu Kota Pakuan Pajajaran" dari buku Kabudayaan Sunda Zaman Pajajaran Jilid 2, 2005)

Salinan gambar “Lokasi dan Tempat Ibu Kota Pakuan Pajajaran” dari buku Kabudayaan Sunda Zaman Pajajaran Jilid 2, 2005)

Antara tahun 1965-1969 saya pernah menjadi anak “Expat” di Bogor setelah pindah dari Bandung. Ayah yang seorang pendidik, menduduki jabatan baru sebagai guru kemudian Kepala STM Negeri Bogor di Gang Aut.

Saat di Bogor, kami pernah tinggal di Gang Aut, Bondongan, dan Lebak Pilar. Yang paling berkesan adalah bahwa ketiga tempat tersebut berada di pinggir kali dan sungai bersejarah di Bogor.

Sisa-sisa STM Negeri Bogor di Gang Aut

Sisa-sisa STM Negeri Bogor di Gang Aut

Rumah dinas bapak di Gang Aut yang resminya adalah sebuah kelas yang disulap menjadi rumah tepat di pinggir kali Cibalok yang deras alirannya. Beberapa bagian tembok/kirmir penahan sudah ada yang runtuh, sehingga selaku anak kecil beberapa kali saat naik sepeda roda tiga diperingatkan ibunda agar tidak sampai masuk kali. Masih teringat bahwa saat itu kondisinya masih bersih dan tidak tercemar sehingga banyak orang mencari ikan di kali tersebut. Juga, tidak akan terlupa suara kali yang menemani tidur saat malam hari sebagai musik yang indah.

Prasasti Batutulis  bagian sejarah dari Kota Bogor

Prasasti Batutulis bagian sejarah dari Kota Bogor

Beda lagi saat di Bondongan. Kami sering tinggal di rumah sahabat bapak bernama Pak Drajat (almarhum) yang seorang pegawai PLN dan salah seorang pengurus Persikabo. Rumah dinas beliau dekat dengan Sungai Cisadane yang menjadi ikon Bogor dengan adanya Prasasti Batu Tulis. Perlu diketahui, Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan di tepi sungai Ciaruteun, tidak jauh dari sungai Ci Sadane, Bogor. Prasasti tersebut merupakan peninggalan kerajaan Tarumanagara.

Jembatan bambu melintasi Ci Liwung di daerah Batutulis, Bogor (Buitenzorg). Sumber: http://commons.wikimedia.org/

Jembatan bambu melintasi Ciliwung di daerah Batutulis, Bogor (Buitenzorg). Sumber: http://commons.wikimedia.org/

Terakhir, saat tinggal di Lebak Pilar masih teringat keramah tamahan penduduknya. Saat kecil, sebagai murid pengajian yang paling kecil saya sering didudukkan di kursi tinggi sementara anak lain belajar Qur’an dengan duduk di atas tikar. Kenangan lain adalah saat, pagi dan sore hari saya sering mencari ikan dan “hurang” (udang air tawar) yang saat itu masih banyak terdapat di Sungai Ciliwung.

Sunggu kenangan yang tak dapat dilupakan saat berada di Bogor, sebagai kota kedua tempat “Bali Geusan Ngajadi”. Tahun 1969, kami pindah kembali ke Muararajeun, sebuat tempat di tengah kota Bandung sampai sekarang.

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=i6xr8qp8zqE]

2 comments for “Kenangan Masa Kecil di Kota Bogor Pada Sungai Cibalok, Cisadane dan @Tjiliwoeng

  1. 9 January 2016 at 13:41

    Waah saya baru tau bapak pernah tinggal di Gang Aut… 🙂
    produktif sekali pak blog-nya.. mantap

    • admin
      9 January 2016 at 20:14

      Sumuhun…. Malih abdi gaduh sobat dalit Chinese nuju alit kumargi samai-sami bodas….

      Hatur nuhun..

Leave a Reply