Mari Bergerak Dalam Pencegahan Anak Mengemudikan Sepeda Motor Tanpa SIM

Tempat tinggal kami adalah tempat yang nyaman…..Namun saat ini terganggu oleh anak di bawah umur yang mengemudikan motor tanpa SIM.

Beberapa waktu, anak kami Firman yang naik sepeda dan akan berangkat ke SMA1 bandung untuk eskul, tertabrak motor oleh anak SMP yang pastinya belum punya SIM….

Di luar salah atau benar, mengendarai motor sebelum memperoleh SIM adalah dilarang apalagi di jalan umum.

Firman mengalami luka di kaki dan tangan…. Walau sepeda rusak, kami lega dan bersyukur Allah masih melindungi putra kami.

 

Sepeda milik Firman yang rusak di tabrak motor yang dikemudikan anak di bawah umur….

Sepeda ini rusak di bagian pelek depan (sudah di pres, tapi masih luar leor), Gir depan dan paranti ngaboseh yang bingkeng (Sudah diganti baru), lampu penerangan yang pecah dan rem cakramnya tidak sempurna..

 

Fork yang bengkok berat… Berarti energi kinetis motor yang menabrak terjadi cukup kuat… Bisa dibayangkan kalau kaki Firman yang tertabrak… Audzubillahi min Dzalik…

Ini gear besi yang rusak ditabrak oleh Motor yang dikemudikan Anak SMP…. Setelah melakukan riset kecil-kecilan, bisa jadi kecepatan Motor antara 40-60 KM…

 

Akhirnya sepeda tersebut diperbaiki di bengkel Emang yang sudah puluhan tahun mengisi khasanah Tambal Ban di Jln.Terusan Ciliwung Bandung ….. Sekarang usahanya disponsori oleh Persib Aink walau mungkin seragam yang digunakannya “hideung ngabelegbeg”…

 

 

Ironisnya saat ini banyak ortu merasa bangga kalau anaknya (dibawah umur) berlogay kalau sdh bisa naik motor….kadang bangga untuk menunjukan kemampuan ekonominya, atau alasan efisiensi.

Padahal menurut Pak A.Dedi Sjamsudin yang tinggal di Belanda:

Diperbolehkan mengandarai mobil sejak umur 17 tahun ,itu juga mesti punya Rijbewijs. Lantas orang yang tidak punya Rijbewijs ketahuan mengendarai mobil , maka dendanya sebanyak Euro 370,- Yang punya Rijbewijs dan ketahuan ngebut ugal2an juga kena denda, apalagi kalau melibihi batas kecepatan juga kena denda. Orang Belanda semuanya takut sama denda. Jangan coba2 tidak bayar denda , bagaimanapun ketahuan. Seandainya saya tidak bayar macam2 denda dan sampai menumpuk tidak dibayar , jangan diharap saya bisa terbang , dibandara bakal ketahuan

Semoga tidak ada lagi korban akibat anak di bawah umur mengendarai motor, Amien yra…

Mari kita berpatisipasi pada Gerakan Mencegah Anak Tanpa SIM Mengemudikan Motor… Semoga Bandung cepat menjadi kota yang ramah bagi pesepeda, pejalan kaki dan pengendara kendaraan umum dan pribadi.

Mari kita dukung Semoga Kang Ridwan Kamil dan kita semua terus berusaha menciptakan Kota Bandung yang memanusiakan manusia…

Leave a Reply