Belajar dari Tukang Bubur, “Professor Kehidupan” di Muararajeun

Tukang bubur yang sering lewat rumah kami di Muararajeun

Tukang bubur yang sering lewat rumah kami di Muararajeun

Sering saya belajar dari “Professor Kehidupan” saat tinggal di beberapa tempat seperti Muararajeun.

Kali ini adalah tukang bubur yang sering lewat rumah kami….. Dari pembicaraan yang intens, ia mengatakan bahwa saat ini anak tertuanya kuliah di IAILM Suryalaya dekat kampung halaman di Pagerageung….. Saat itu, Ia mengatakan Kamis ini tidak berjualan bubur dan akan pulang dulu sebagai Urang Majalengka untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan…

Dari pembicaraannya, terlihat dan terdengar bahwa beliau menerapkan prinsip “Customers Satisfaction”…. Sekali lagi saya banyak belajar dari orang yang menerapkan prinsip bersatunya hati, pikiran dan tindakan….

Saat bubur dihidangkan untuk orang tua di rumah, beliau berdua mengatakan sangat enak

Saat bubur dihidangkan untuk orang tua di rumah, beliau berdua mengatakan sangat enak

Terbukti saat bubur dihidangkan untuk orang tua di rumah, beliau berdua mengatakan sangat enak… Saya tidak tahu apakah karena bubur yang dijual dengan santun, bersih dan cukup banyak…. Atau karena kaldu yang terendap menyebabkan buburnya lebih enak… Atau Allah membalas amal kebaikan dari tukang bubur tersebut… Wallahu Alam Bissawab….

Hanya saja saat ini saya tidak pernah melihat lagi beliau di tempat tersebut atau berkeliling di sekita Muararajeun. Semoga kebarokahan bersamanya dan Allah SWT melindungi dia dan keluarganya. Amien YRA.

Mungkin kisahnya bisa dibuat sinetron seperti Tukang Bubur Naik Haji The Series (TBNH), sinetron Indonesia yang disiarkan di RCTI mulai 28 Mei 2012 hingga 7 Februari 2017. Sinetron ini merupakan perkembangan dari serial film televisi Maha Kasih dengan episode Tukang Bubur Naik Haji. Pada masa awal penayangan, sinetron ini dibintangi oleh Mat Solar, Uci Bing Slamet, Nani Wijaya, Citra Kirana, Andi Arsyil Rahman, dan Latief Sitepu sebagai pemeran utama. Namun Mat Solar selaku pemeran utama yang memerankan tokoh sentral memutuskan untuk mundur karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk melakukan syuting dan ia telah merampungkan kontrak 200 episode.

Pada tanggal 27 Februari 2013, sinetron ini mampu melewati sinetron Anugerah dengan 473-episode & pada tanggal 29 April 2013, sinetron ini mengalahkan Islam KTP dengan 558-episode, sehingga Tukang Bubur Naik Haji merupakan sinetron dengan episode terbanyak ke-3 di Indonesia. Pada 25 Juni 2013 sinetron ini mengalahkan Putri yang Ditukar dengan 676 episode, sehingga Tukang Bubur Naik Haji menempati peringkat kedua. Pada 28 Desember 2013 sinetron ini mengalahkan Cinta Fitri dengan 1002 episode, sehingga Tukang Bubur Naik Haji menempati peringkat pertama dari daftar sinetron dengan jumlah episode terpanjang. Pada tanggal 7 Februari 2017, sinetron ini akhirnya tamat sebagai sinetron dengan jumlah episode terbanyak sepanjang sejarah pertelevisian di Indonesia dan selama hampir 5 tahun sejak penayangan perdana pada tanggal 28 Mei 2012.

Leave a Reply