Perang Sipil dan Pergolakan Timur Tengah: Apakah Indonesia Siap Menghadapinya?


Perang Sipil atau Saudara merujuk kepada suatu jenis perang di mana bukan dua atau lebih negara yang menjadi kubu yang berlawanan namun beberapa faksi (=saudara) di dalam sebuah entitas politik.

Dalam bahasa Inggris perang saudara disebut civil war yang secara harafiah artinya adalah “perang warga sipil” atau “perang madani”. Tidak jarang sebuah perang saudara merupakan tanda awal perpecahan sebuah entitas politik.

Perang Sipil alias Perang Saudara kerap menjadi konflik paling berdarah.Tapi, lebih dari itu, Perang Sipil juga sukses mengubah bentuk sejarah dunia menjadi seperti yang kita kenal sekarang ini.

“Perang Sipil” di Jazirah Arab merupakan reaksi berantai yang tidak menyala dengan sendirinya….. Seperti yang dikatakan dengan “Kebangkitan Dunia Arab” (dalam tanda kutip) dimana Jazirah Arab yang faktanya sedikit sekali mengalami Musim Semi (Spring)….

Kebangkitan dunia Arab atau Musim Semi Arab (bahasa Inggris: The Arab Spring; bahasa Arab: الثورات العربية, secara harafiah Pemberontakan Arab) adalah gelombang revolusi unjuk rasa dan protes yang terjadi di dunia Arab. Sejak 18 Desember 2010, telah terjadi revolusi di Tunisia dan Mesir; perang saudara di Libya; pemberontakan sipil di Bahrain, Suriah,Yaman, protes besar di Aljazair, Irak, Yordania, Maroko, dan Oman, dan protes kecil di Kuwait, Lebanon, Mauritania, Arab Saudi, Sudan, dan Sahara Barat.] Kerusuhan di perbatasan Israel bulan Mei 2011 juga terinspirasi oleh kebangkitan dunia Arab ini. Protes ini menggunakan teknik pemberontakan sipil dalam kampanye yang melibatkan serangan, demonstrasi, pawai, dan pemanfaatan media sosial, seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan Skype, untuk mengorganisir, berkomunikasi, dan meningkatkan kesadaran terhadap usaha-usaha penekanan dan penyensoran Internet oleh pemerintah. Banyak unjuk rasa ditanggapi keras oleh pihak berwajib, serta milisi dan pengunjuk rasa pro-pemerintah. Slogan pengunjuk rasa di dunia Arab yaitu Ash-sha`b yurid isqat an-nizam (“Rakyat ingin menumbangkan rezim ini”).

Pastilah “cuaca” itu didatangkan dari luar, seperti Syria yang sejak dekade dua ribuan menjadi “sasaran tembak” karena menghimpun kekuatan yang membahayakan “Big Brother“…. Sekarang diluluh lantakan dengan “Perang Saudara Tua” yang tidak jelas ujung pangkalnya….. Menyusul Yaman yang notabene “kebun belakang’ Arab Saudi………

Begitu pula Mesir dan Libya yang sudah duluan berkabung karena dilumpuhkan secara Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya (Ipoleksosbud)…….

Dan, Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) menjadi Gadis Polos (kata Kang Ibing) yang masih diombang-ambingkan kekuatan besar dunia yang masuk ke “Rumah Kita”, seperti kata Soekarno The First Presiden Of Indonesia:

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

Tinggalkan Balasan