Tembang Sunda……Terhibur oleh suasana kalbu yang datang menjelang

Tembang Sunda ……Terhibur oleh suasana kalbu yang datang menjelang…..Hai Pasundan…..Hatiku takkan lupa menjejak tanah yang melahirkan…..

Tembang sunda, juga disebut seni mamaos cianjuran, adalah gaya musik vokal klasik yang berasal dari dataran tinggi Priangan Jawa Barat. Tidak seperti musik gamelan Sunda, tembang sunda dikembangkan di lapangan Kabupaten Cianjur pada masa penjajahan Belanda (pertengahan abad kesembilan belas). Bagian vokal tradisional dinyanyikan syair puisi, iringan instrumental yang dilakukan pada kacapi (sitar), suling (seruling bambu) dan kadang-kadang, rebab (biola). Bentuk lirik yang lebih modern  ada yang disebut panambih.

Kacapi suling dimainkan untuk menghiasi vokal di sela-sela lagu pertunjukan Tembang Sunda yang khas. Kacapi Rincik dengan frekuensi  tinggi, Kacapi Indung dengan frekuensi rendah dan suling adalah instrumen yang digunakan untuk kacapi suling. Kacapi suling memiliki potongan instrumental yang dilakukan dalam dua skala yang berbeda; Empat yang pertama di laras pelog menyampaikan suasana hati yang ringan, empat yang terakhir pada laras sorog yang lebih lambat dan serius. Perubahan pada laras sorog biasanya berlangsung pada tengah malam dan berlangsung hingga matahari terbit.

“Culture is the widening of the mind and of the spirit.” ~ Jawaharlal Nehru quotes (Indian Prime Minister. 1889-1964)

Note:
Video direkam oleh HP yang bukan Blackberry 🙂

 

Leave a Reply