Marketing 5P Kang Ridwan Kamil dan Partai Pengusung Yang Dipilihnya

Dalam istilah marketing ada 5P. Istilah ini mungkin asing untuk masyarakat. Apakah itu 5P ? 5P adalah taktik marketing yang dapat di gunakan dalam kombinasi yang berbeda – beda untuk memenangkan hati klien dalam target market perusahaan. 5P ini dapat di kontrol bergantung pada kondisi internal dan eksternal perusahaan. Kombinasi taktik marketing yang berbeda – beda untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan klien disebut sebagai penggunaan ‘tactical marketing mix’. Mari kita ulas apa sajakah 5P itu ?

1. Place (tempat)
Place adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain “channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport”.

2. Promotion (promosi)
Promotion adalah kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct
marketing.

3. People (orang)
People adalah semua pelaku yang memainkan peranan penting dalam penyajian produk dan jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen dari orang adalah pegawai perusahaan, konsumen, dan konsumen lain. Semua sikap dan tindakan
karyawan, cara berpakaian karyawan dan penampilan karyawan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan
penyampaian produk dan jasa.

4. Price (harga)
Price adalah adalah suatu sistem manajemen perusahaan yang akan menentukan harga dasar yang tepat bagi
produk atau jasa dan harus menentukan strategi yang menyangkut potongan harga, pembayaran ongkos angkut dan
berbagi variabel yang bersangkutan.

5. Product (produk)
Product adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi.
Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services,
warranties, and returns.

Menurut Kotler & Armstrong (1997:48), “Bauran pemasaran atau marketing mix adalah perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, produk, harga, distribusi, dan promosi yang dipadukan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar sasaran”.

Untuk kasus Kang Ridwan Kamil menuju Jabar Kahiji, ternyata beliau dan atau tim suksesnya lupa, lalai atau terlena bahwa Produk yang ada (baca: Kang Emil) sudah merupakan “Killer Application” (Produk Unggulan). Artinya tanpa pemasaran yang canggih pun pelanggan (baca: pemilih) akan datang berbondong-bondong memilih Kang Emil.

Bila sampai memilih “Place” (baca: partai) yang punya sentimen negatif terhadap pasar pemilih, maka akan jadi bumerang. Bahkan hal ini tidak produktif dan cenderung merugikan beliau.

Perlu dipikirkan “Price” (baca: Mahar Politik) dan “Promotion” (baca: Kampanye) yang berkelimpahan dan tidak lupa filosofis “The Long Tail” (baca: khalayak ramai) yang sebelumnya mendukung Kang Emil dengan kemandirian (Independen).

Terakhir, People semua pelaku yang memainkan peranan penting dalam penyajian produk dan jasa Kang Ridwan Kamil sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli politik di level Jawa Barat (Jabatan Gubernur) bahkan ke depan Indonesia (Jabatan Menteri atau Presiden).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.