Kategori: Leadership

20 Januari 1965: Indonesia Menarik Diri dari Keanggotaan PBB

Indonesia dan PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia dan dibentuk untuk memfasilitasi hukum internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. Organisasi ini didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah…

Proklamasi, Bukan Hanya Sekedar Aksi

Proklamasi, Bukan Hanya Sekedar Aksi Bukan Juga Titah Kosong dan Basa Basi Berkat Perjuangan Serta Niat Yang Suci Dari Pahlawan Bangsa Berikut Ibu Pertiwi Proklamasi, Bukan Hanya Sekedar Aksi Bukan Pula Impian Kosong di Siang Hari Tujuan Mulia Menyingkirkan Semua…

Indonesia & Mesir: Sahabat Lama Yang Selalu Setia & Seia Sekata

Hubungan Indonesia & Mesir Mesir merupakan salah satu negara terkemuka dan pertama yang memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Republik Indonesia pada 18 November 1946. Kurang dari setahun kemudian,  secara resmi kedua negara membuka hubungan diplomatik melalui penandatanganan Perjanjian Persahabatan (Treaty of…

President Fidel Ramos: “This is the challenge to our leadership today to work together for the common good and the national welfare”

Presiden Fidel Ramos received Token as inspiring Keynote Speaker at the 2012 International Conference on Business, Entrepreneurship and Management which I attended and held on January 25-26, 2012 in Manila, Philippines.

Fidel “Eddie” Valdez Ramos, GCMG (born March 18, 1928), popularly known as FVR, was the 12th President of the Philippines from 1992 to 1998. During his six years in office, Ramos was widely credited and admired by many for revitalizing and renewing international confidence in the Philippine economy.

Prior to his election as president, Ramos served in the Cabinet of President Corazon Aquino first as chief-of-staff of the Armed Forces of the Philippines (AFP), chief of Integrated National Police, and later on, as Secretary of National Defense from 1986 to 1991.

During the historic 1986 EDSA People Power Revolution, Ramos upon the invitation of then Defense Minister Juan Ponce Enrile, was hailed as a hero even though he was not part of the plan by many Filipinos for his decision to breakaway from the administration of the late strongman Ferdinand Marcos and pledge allegiance and loyalty to the newly established government of President Aquino.

Under Ramos, the Philippines experienced a period of political stability and rapid economic growth and expansion, as a result of his policies and programs designed to foster national reconciliation and unity. Ramos was able to secure major peace agreements with Muslim separatists, communist insurgents and military rebels, which renewed investor confidence in the Philippine economy. Ramos also aggressively pushed for the deregulation of the nation’s major industries and the privatization of bad government assets. As a result of his hands-on approach to the economy, the Philippines was dubbed by various internationally as Asia’s Next Economic Tiger.

However, the momentum in the economic gains made under his administration was briefly interrupted during the onset of the 1997 Asian Financial Crisis. Nevertheless, during the last year of the term, the economy managed to make a rebound since it was not severely hit by the crisis as compared to other Asian economies. He also oversaw the Philippine Centennial Independence celebrations in 1998.

14 Maret 1980: Meninggalnya Muhammad Hatta Dan Impiannya Memiliki Sepatu Impor

Perjalanan Hidup Bung Hatta Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga…

Hugo Chavez dan Perjuangannya Melawan “Iblis”

“Di sini, masih tercium bau sulfur hari ini, di meja saya berdiri di depan saat ini,” kata Chavez pada September 2006. “Kemarin, dari mimbar ini, Presiden AS, pria yang saya sebut ‘iblis’ datang ke sini, berbicara seakan-akan dia pemilik dunia.…

Inovasi Tiada Henti Southwest Airlines Untuk Menjaga Jati Diri

Southwest Airlines Co. merupakan maskapai AS terbesar keempat dalam hal pengangkutan penumpang dan kedua terbesar dalam hal keberangkatan penerbangan domestic. Southwest (LUV) terbang menuju 59 bandar udara di 58 kota, tepatnya di 30 negara. Strategi operasional perusahaan telah dibangun secara…

Penerapan Manajemen Strategi E-learning dan Knowledge Management

Strategi Umum E-learning dan Knowledge Management Umumnya, strategi e-learning dan Knowledge Management diterapkan berdasarkan, 1.       Low cost strategy, 2.       Differentiation strategy, 3.       Niche focus strategy, Ada tiga kunci penting untuk bisa menjadi trend-setter e-learning dan Knowledge Management di organisasi: 1.       operational excellent, (reliable, easily,…

Hikmah Dari Lahirnya Oemar Seno Adji, Meninggalnya Mozart dan Peringatan Hari Armada

Hari ini, Tanggal 5 Desember, ada beberapa peristiwa penting yang patut menjadi hikmah. Diantaranya adalah Lahirnya Oemar Seno Adji, Meninggalnya Mozart dan Hari Armada. Mengenang Oemar Seno Adji Oemar Seno Adji (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Desember 1915-1984) adalah mantan Ketua…

Nasionalisme Bangsa dan Hubungannya Dengan Kiprah Sepakbola Indonesia

Nasionalisme: Dimanakah Kau Berada? Nasionalisme Bangsa Indonesia ditandai dengan Kebangkitan Nasional dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai…